Protocol pada Application Layer

Application layer adalah lapisan yang menyediakan interface antara aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dan jaringan yang mendasarinya. Protocol Application Layer digunakan untuk pertukaran data antara program yang berjalan pada source dan host tujuan. Dengan kata lain, application layer berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan keudian membuat pesan-pesan kesalahan.
PROTOKOL-PROTOKOL DI APPLICATION LAYER
1.      DNS (Domain Name System) Protocol
DNS adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP. DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti: mudah, konsisten, dan simple.
DNS adalah nama domain untuk alamat resolusi jaringan. DNS didistribusikan menggunakan satu set server untuk menyelesaikan nama-nama yang terkait dengan alamat nomor.
            Port                             :           UDP Port 53 atau TCP Port 53
            Contoh Layanan         :           web browser, e-mail
www.cisco.com dengan alamat numerik 198.133.219.25
2.      FTP (File Transfer Protocol)
FTP adalah sebuah protokol Internet yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.      FTP berfungsi untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.
Port     :          TCP port 20 dan 21

3.      DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
DHCP adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya, artinya DHCP tersebut berbenturan, karena potokol IP tidak mengizinkan 2 host memiliki IP yang sama. DHCP berfungsi :
·         Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. 
·         Memberikan framework untuk disampaikan kepada client yang berisikan informasi tentang konfigurasi jaringan.
Port     :          Port UDP 67 untuk komunikasi dari klien ke server
                        Port UDP 68 dari server ke klien.

4.      HTTP (Hypertext Transfer Protocol )
HTTP adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web web browser, yang berfungsi untuk menjawab antara client dan server, dan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di host yang jauh. Sebuah server HTTP yang mendengarkan di port tersebut menunggu client mengirim kode permintaan (request).
Port HTTP       :          80

5.      HTTPS
HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security).
HTTPS melakukan enkripsi informasi antara browser dengan web server yang menerima informasi, dan memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers (penguping), dan man in the middle attacks.
Port HTTPS    :           443

6.      Telnet
Telnet adalah program yang memungkinkan komputer kita menjadi terminal dari komputer lain di INTERNET. Telnet memungkinkan kita untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer tersebut. Telnet memiliki fungsi untuk mengakses komputer (host/server) dari jauh/Remote login.
Fasilitas Telnet memungkinkan seseorang menghubungkan dan memakai komputer dari jarak jauh lewat fasilitas telnet ini akan menjadikan Komputer kamu seperti sebuah terminal yang mengakses komputer secara langsung. Telnet yang berada pada terminal dapat berhubungan dengan komputer lain melalui internet. Pengguna terminal dapat mengakses dan bekerja pada komputer yang terhubung dengan telnet.
            Port     :           Port 23
7.      Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik (e-mail) di Internet. SMTP berfungsi untuk mengirimkan pesan-pesan e-mail dari e-mail klien ke e-mail server, mengirimkan e-mail kepada lokal account, dan menyiarkan ulang e-mail antara server-server SMTP.
Pada dasarnya email yang dikirim oleh SMTP server
akan ditampung sementara oleh komputer server untuk dikirim ke komputer server tujuan. Komputer server pengirim dan komputer server penerima berinteraksi pada port 25 untuk melakukan pengiriman email.
Port                             :           TCP port 25
Contoh Layanan         :           E-Mail
8.      POP3 (Post Office Protocol version 3)       
POP3 (Post Office Protocol version 3) sesuai dengan namanya merupakan protokol yang digunakan untuk pengelolaan mail.
POP3 berfungsi untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email. Hal yang terjadi pada POP3 server sebenarnya sangatlah sederhana, yaitu hanya mengumpulkan email yang masuk saja, dan mengirimkannya melewati port 110 ke komputer client jika client meminta email-email tersebut. Untuk melihat maupun mengambil email dengan menggunakan POP3 maupun web based email, diperlukan username dan password agar tidak sembarang orang dapat melihat email tersebut.
Port                             :           TCP  port 110
Contoh Layanan         :           E-Mail
9.      IMAP (Internet Message Access Protocol)
           IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. Lebih kompleks daripada POP3. IMAP berfungsi untuk memilih pesan e-mail yang akan di ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, menghapus pesan e-mail yang ada.
Port                             :           143
Contoh Layanan         :           E-Mail
10.  Simple Network Management Protocol (SNMP)
SNMP adalah protokol yang dapat digunakan untuk melakukan manajemen jaringan. SNMP memungkinkan kita untuk mengelola node jaringan seperti server, workstation, router, bridge, dan hub dari host sentral. SNMP dapat dipakai untuk mengonfigurasi device yang jauh, memantau unjuk kerja jaringan, mendeteksi kesalahan jaringan atau akses yang tidak cocok, dan mengaudit pemakaian jaringan.
Port      :         UDP 161 dan 162      
11.   Network File System (NFS)
NFS umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas UDP dan membuka port UDP dengan port number 2049 untuk komunikasi antara client dan server di dalam jaringan. Client NFS selanjutnya akan mengimpor sistem berkas remote dari server NFS, sementara server NFS mengekspor sistem berkas lokal kepada client. Mesin-mesin yang menjalankan perangkat lunak NFS client dapat saling berhubungan dengan perangkat lunak NFS server untuk melakukan perintah operasi tertentu dengan menggunakan request RPC. Adapun operasi-operasi yang didukung oleh NFS adalah sebagai berikut:
·         Mencari berkas di dalam direktori.
·         Membaca kumpulan direktori.
·         Memanipulasi link dan direktori.
·         Mengakses atribut berkas.
·         Membaca dan menulis berkas.
Perlu diketahui bahwa server NFS bersifat stateless , yang artinya setiap request harus mengandung argumen yang penuh dan jelas sebab server NFS tidak menyimpan sejarah informasi request . Data yang dimodifikasi harus di commit ke server sebelum hasilnya di kembalikan ke client . NFS protokol tidak menyediakan mekanisme concurrency-control.
            Port     :           UDP 2049
12.  RPC (Remote Procedure Call)
RPC adalah suatu protokol yang menyediakan suatu mekanisme komunikasi antar proses yang mengijinkan suatu program untuk berjalan pada suatu komputer tanpa terasa adanya eksekusi kode sistem yang jauh (remote system).RPC digunakan untuk membangun aplikasi klienserver yang terdistribusi.Didasarkan pada memperluas konsep konvensional dari suatu prosedur dimana nantinya dapat dipanggil dimana pemanggil tidak harus mempunyai alamat sama dengan lokasi prosedur dipanggil.RPC mengasumsi keberadaan TCP atau UDP untuk membawa pesan data dalam komunikasi suatu program.Protokol RPC dibangun diatas protokol eXternal Data Representation (XDR) yg merupkn standar representasi data dlm komunikasi remote.Protokol RPC mengijinkan pengguna untuk bekerja dengan prosedur remote sebagaimana bekerja dengan prosedur lokal.
            Port     :           UDP 111
13.  TFTP (Trivial File Transfer Protocol)
TFTP (Trivial File Transfer Protocol) adalah protokol sederhana untuk mentransfer file. Protokol ini telah di implementasikan dalam User Datagram Protocol (UDP) yang digunakan untuk melakukan booting komputer seperti halnya router jaringan komputer yang tidak memiliki perangkat penyimpanan data. Protokol ini kini masih digunakan untuk mentransfer berkas-berkas kecil antar host di dalam sebuah jaringan, seperti halnya ketika terminal jarak jauh thin client lainnya melakukan proses booting dari sebuah host jaringan atau server.
            Port       :         UDP 69
14.  Gopher
Gopher Merupakan layanan berbasis teks yang dikembangkan di University of Minnesota. Layanan gopher ini sekarang sudah tergantikan  oleh layanan WWW yang yang mampu menampilkan aspek grafis, tidak hanya teks. Internet menyediakan banyak informasi yang dapat diakses penggunanya lewat sistem menu. Seorang pengguna INTERNET dihadapkan pada sebuah menu yang bercabang-cabang. Untuk menuju ke informasi atau data yang dituju, seorang pengguna menyeleksi pilihan-pilihan yang disediakan hingga masuk ke topik yang diinginkan. Fasilitas demikian disebut Gopher.        
            Port     :           70
15.  SSH (Sucure Shell)   
SSH adalah protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain. Protocol ini mempunyai kelebihan disbanding protocol yang sejenis seperti Telnet, FTP, Danrsh, karena SSH memiliki system Otentikasi,Otorisasi, dan ekripsinya sendiri. Dengan begitu keamanan sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini menjadi lebih terjamin. SSH memang lebih aman dibandingkan dengan protocol sejenis, tetapi protocol SSH tatap rentan terhadap beberapa jenis serangan tertentu. Pada umumnya serangan ini ditunjukan pada SSH versi pertama (SSH-1) yang memang memiliki tingkat keamanan yang lebih lemah daripada SSH versi kedua (SSH-2). Untuk meningkatkan keamanan pada protocol SSH dapat dilakukan dengan cara menggunakan kartu Kriptografi untuk autentifkasi.Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network.
            Port     :           TCP port 22 dan UDP port 22           
16.  NNTP (Network News Transport Protocol)
NNTP (Network News Transport Protocol) yaitu Protokol yang digunakan untuk mengakses atau transfer artikel yang diposkan di Usenet news. Program pembaca news (news reader) menggunakan protokol ini untuk mengakses news atau dengan membaca langsung ke direktori dimana artikel berada. Akses ke server news ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan beberapa Web browser (seperti Netscape Communicator dan Microsoft Internet Explorer) dengan menggunakan URL: news:nama.dari.newsgroup.
            Port                             :           TCP port 119
            Contoh Layanan         :           User’s Network
17.  SSL (Secure Socket Layer) 
SSL (Secure Socket Layer) adalah arguably internet yang paling banyak digunakan untuk enkripsi. Ditambah lagi, SSL sigunakan tidak hanya keamanan koneksi web, tetapi untuk berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi jaringan end-to-end. Secure Sockets Layer (SSL) merupakan sistem yang digunakan untuk mengenkripsi  pengiriman informasi pada internet, sehingga data dapat dikirim dengan aman. Protokol SSL mengatur keamanan dan integritas menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode autentikasi pesan. SSL protocol menyedian privasi komunikasi di internet. SSL tidak mendukung fileencryption, access-control, atau proteksi virus, jadi SSL tidak dapat membantu mengatur data sensitif setelah dan sebelum pengiriman yang aman.
Protokol SSL terdiri dari dua sub-protokol: SSL record protocol dan SSL handshake protocol. SSL record protocol mendefinisikan format yang digunakan untuk mentransmisikan data. Sedangkan SSL handshake protocol melibatkan SSL record protocol untuk menukarkan serangkaian pesan antara SSL enabled server dan SSL enable client ketika keduanya pertama kali melakukan koneksi SSL. Pertukaran pesan tersebut digunakan untuk memfasilitasi tindakan sebagai berikut:
·         Autentikasi dari server ke klien
·         Mengizinkan klien dan server untuk memilih algoritma kriptografi atau sandi, yang            mendukung komunikasi keduanya.
·         Autentikasi dari klien ke server.        
·         Menggunakan teknik enkripsi public key untuk membuka data yang dienkripsi      
·         Membuat enkripsi koneksi SSL
Port     :           443
18.  MIME (Multipurpose Internet Mail Exension)
MIME adalah protocol yang digunakan untuk mengirim file binary dalam bentuk teks.
            Port     : 25
19.  Serial Line Internet Protocol (SLIP)          
SLIP adalah sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.
            Port     : com1, com2, dan alin-lain

20.  Point-to-Point Protocol (PPP)
Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. PPP didefinisikan pada RFC 1661 dan RFC 1662.     
            Port     : 1855
21.   Internet Control Message Protocol (ICMP)         
ICMP adalah salah satu protokol inti dari keluarga. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan. protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
            Port     : 137, 138
22.  LDAP
LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.
            Port     : 389



sumber :
http://joistipruata.blogspot.com/2012/12/jenis-jenis-port-yg-di-gunakan-dlm.html
Wednesday, December 11, 2013
Posted by Unknown

What you do when you get a project to Build Application

Postingan kali ini bercerita mengenai sebuah langkah-langkah tindakan yang kita ambil apabila kita ditawari untuk membuat sebuah project membuat sebuah aplikasi. Banyak cara yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah project. Diantaranya bisa kita yang mengajukan. Biasanya kita bisa melihat sebuah system dari sebuah perusahaan / organisasi yang dirasa perlu dibangunkan sebuah aplikasi untuk mempermudah proses bisnis dan informasi. Biasanya diajukan menggunakan proposal yang jelas, sehingga orang yang kita tawari menjadi mengerti apa tujuan kita membangun aplikasi untuknya.

Kemudian bisa saja kita ditawari oleh orang lain. Nah, pada bagian ini anggap saja kita ditawari sebuah project dari orang lain. Misalnya : membangun sebuah website profil, website pendaftaran organisasi, aplikasi desktop untuk minimarket ataupun bisa jadi aplikasi mobile. Apa yang harusnya kita perbuat? jangan bingung.

1. Tanya mengenai spesifikasi / funngsional dari aplikasi yang akan dibangun
Hal ini, perlu dilakukan untuk menjelaskan apa-apa saja yang nantinya didapat oleh klien kita. Perlu didefinisikan terlebih dahulu. Agar hasil dari aplikasi nantinya harus sesuai dengan apa yang telah dilakukan pada tahap ini, yaitu mengumpulkan kebutuhan aplikasi.

2. Tentukan harga dari aplikasi
Semakin rumit dan banyak fungsional yang kita bangun, maka harga dari sebuah aplikasi akan semakin mahal. Carilah di internet berapa harga standar yang ada. Kemudian komunikasikan dengan klien, apakah klien setuju dengan harga yang telah ditentukan.

3. Tentukan lama pengerjaan.
Hal ini akan sejalan dengan harga aplikasi. Semakin lama sebuah aplikasi yang kita bangun maka semakin baguslah kualitasnya. Tapi itu semua tidak lah mutlak. Ada klien yang menginginkan sebuah aplikasi cepat diselesaikan. Semakin cepat klien meminta pengerjaan, maka bertambah jugalah budget yang musti dia sediakan.

4. Buat Kontrak kerja
Ini hal yang paling penting dari sebuah pengerjaan proyek. Perjanjian kontrak kerja antara kita dengan klien. di dalam tersebut dijelaskan apa-apa saja spesifikasi dari aplikasi yang akan dibangun, harga dan lama pengerjaan. Disitu juga disebutkan solusi apabila terjadi ketidaksesuaian perjanjian antara kita dengan klien.

5. Pembangunan aplikasi
Berdasarkan kontrak kerja yang telah disepakati, mulai lah membangun aplikasi yang akan dibangun. Apabila kita tidak merasa yakin untuk mengerjakan sebuah proyek (misalkan sebuah proyek besar) maka kita perlu membuat sebuah tim programmer.

6. Pengujian aplikasi
Kita perlu menguji aplikasi yang kita buat telah sesuai dengan kontrak kerja. Sehingga klien dapat puas dengan hasil kerja kita. Ini menjadi keuntungan besar untuk kita. Karena sebuah kepercayaan yang sudah didapatkan

7. Buku panduan / dokumentasi
Aplikasi yang kita bangun sangatlah perlu sebuah dokumentasi yang berisi tutorial penggunaan aplikasi sehingga apabila user / klien tidak mengerti dengan apa yang telah bangun, dapat mengerti melalui dokumentasi tersebut.

8. Pemberian aplikasi
Setelah aplikasi telah dibangun, saatnya pemberian aplikasi kepada klien. Beberapa hal perlu diperlukan misalnya memasang peralatan yang dibutuhkan klien untuk menggunakan applikasi. Apabila membutuhkan sebuah koneksi internet, perlu rasanya disebutkan kepada klien.

9. Tranining
Tidak semua klien mengerti dengan apa yang telah kita buat. Walaupun sebelumnya kita telah membuat buku panduan. Tapi training juga cara yang efektif melengkapi dokumentasi agar user/klien bisa mengerti menggunakan aplikasi yang telah kita bangun

10. Buat surat pernyataan bahwa proyek telah selesai dibangun
Selesai training, perlu dibuat sebuah surat pernyataan bahwa proyek tersebut telah selesai.

11. Terima salary
Ini bagian bonus dari segala usaha yang telah kita lakukan dalam membangun aplikasi.

Sekian dulu. terimakasih :)

Tuesday, December 10, 2013
Posted by Ulil Amri

ARSITEKTUR MVC DALAM YII FRAMEWORK

ARSITEKTUR MVC DALAM YII FRAMEWORK



MVC (Model-View-Controller) adalah salah satu tipe arsitektur aplikasi. Yii menggunakan MVC. Struktur aplikasi yang menggunakan arsitektur MVC, akan dibagi menjadi tiga bagian.
M = Model = Bagian yang mendefinisikan hubungan antar data dalam DB dan aturan yang harus diikuti saat menyimpan data ke DB. Hal ini juga memberi kita alat untuk membaca / menyimpan data dari / ke DB.
V = View = Bagian yang digunakan hanya untuk menampilkan data kepada pengguna. Ia tidak menulis ke DB atau menghitung hal-hal sulit. View hanya menerima data dan menampilkannya menggunakan HTML, CSS, JS, dll.
C =  Controller = Bagian yang memproses dan merubah data, menangani tindakan pengguna, memutuskan, menjumlah, berpikir dan memanggil model dan menampilkan … It simply acts! atau lakukan sesuatu!

. Controller dapat membaca / menulis data dari / ke database hanya melalui Model. Controller juga mengevaluasi input pengguna, menggabungkan dengan data, menghitung nilai-nilai baru … dan mengirimkan keluaran dan hasil ke View dan DB. Melihat format data yang diberikan dan menampilkannya. (Misalnya menampilkan tabel-tabel dll)
Seperti yang kita lihat, Controller adalah titik pusat. Dia bosnya. Apa pun yang anda lakukan – Controller akan memprosesnya dan memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Meminta data yang sesuai dari DB dan melakukan apa yang Anda ingin lakukan. Kita bisa melihat bahwa Model dan View tidak melakukan apa-apa, kecuali diminta. Dalam beberapa kasus, Model dan View tidak harus digunakan.
Jadi mari kita fokus pada Controller sekarang.
1. Controller
Controller dimulai (dan kodenya dijalankan) setiap kali anda memasukkan alamat di browser. Dalam kode, anda dapat membaca data dari POST, GET atau variabel SESSION, bekerja dengan DB, dll. Bila anda menggunakan arsitektur MVC (dalam Yii framework), alamat memiliki format khusus. Mereka menggunakan parameter yang menentukan controller mana yang akan digunakan. (bagian mana dari web yang ingin anda memasuki)
Anda dapat memiliki banyak controller. Setiap controller dapat digunakan untuk bekerja di bagian yang berbeda dari web anda. Satu controller dapat bekerja dengan account pengguna, satu lagi dengan produk yang anda jual, dll. Contoh alamat web ketika anda menggunakan MVC :
www.myweb.com/index.php?r=myController
Parameter “r” menunjukkan bahwa anda ingin menggunakan controller bernama “myController“. Dan di sini kita bisa melihat kelebihan khusus lain dari MVC (atau Yii). Alamat hanya berisi index.php. Tidak ada file lainnya. Semua navigasi dilakukan oleh “r” parameter dan controller.
2. Action
Controller dapat memiliki satu atau lebih sub-controller. Masing-masing melakukan hal berbeda. Misalnya, jika controller kita bekerja dengan “pengguna” maka satu sub-controller dapat digunakan untuk menghapus pengguna, satu lagi dapat menambah pengguna, yang ketiga untuk merubahan (menyunting) isinya … Sub-pengendali/sub-controller ini disebut Actions. Anda dapat (harus) menentukan tindakan/action menggunakan parameter ”r”. Seperti kita lihat di atas, controller ditentukan seperti ini: “?r=myController“. Jika controller kita punya action yang disebut “myAction“, dan jika kita ingin menjalankannya, kita akan menulis alamat ini:
www.myweb.com/index.php?r=myController/myAction
Kita bisa menulis ulang alamat ini misalnya seperti ini:
www.myweb.com/index.php?r=users/edit
Jika anda tidak menentukan action dan hanya menjalankan controller seperti ini “?r=myController” maka aksi default/default action yang akan dijalankan. Default action harus ditentukan dalam controller menggunakan fungsiactionIndex().
3. Model
Model adalah hal yang sangat sederhana dalam Yii. Anda tidak harus menulis satu barispun kode, model dapat dibuat secara otomatis menggunakan command line. Setiap tabel di DB memiliki model tersendiri. Model ini memiliki nama yang sama (atau serupa) seperti tabelnya. Setiap model memiliki 2 fungsi penting. Cari data dan Simpan data. Itu saja yang biasanya kita perlukan. Bila anda perlu membaca data dari DB ke controller, anda hanya menulis sesuatu seperti:
ModelName.FindAll()
dan hanya itu. Tidak perlu query SQL, tidak perlu fetching array (seperti yang anda harus lakukan di PHP). Itulah keuntungan dari Yii dan Yii menggunakan akses berorientasi objek untuk DB. Bila anda ingin menulis ke table, perintahnya terlihat seperti ini:
ModelName.column = value;
… 
ModelName.Save()
Hanya itu saja.
Hal lain yang model sediakan adalah hubungan/relation. Relasi ini memungkinkan anda untuk “tunnel” melalui satu tabel ke tabel yang lain. Yang penting ada Foreign Keys. Relasi misalnya sesuatu seperti SQL Join. Ketika setiap karyawan dalam tabel karyawan memiliki ID departemen masing-masing, Anda dapat dengan mudah mendapatkan info tentang departemen ini dengan menulis sesuatu seperti ini:
$employee->department->departmentName
Dimana $employee adalah satu karyawan tertentu yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria, kata department adalah nama dari relasi (mengarah dari model milik employees ke model milik departements) dandepartmentName adalah kolom dalam di tabel departements.
4. View
Seperti yang saya tulis di atas, view tidak memiliki kecerdasan. Dia hanya menerima data dari Controller dan menampilkannya. Ini adalah satu-satunya tempat di mana kita menggunakan HTML, CSS, JavaScript dll. Kita tentu saja dapat menggunakan FORs, WHILEs, Ifs, models … Tetapi satu-satunya tujuannya adalah untuk menampilkan data ke pengguna.
Koreksi: Described View adalah view yang ideal. Dalam prakteknya, kadang-kadang lebih mudah bagi pemula untuk tidak mengirimkan data langsung dari controller ke view, tapi membaca data dari DB di View (menggunakan model) dan menampilkannya.

Posted by Unknown

Cara Menembus LockScreen Android

Postingan ini berguna bagi pengguna Android yang lupa  pattern, PIN, password atau model screen lock lainnya.
1. Instal Android Commander pada pc anda.
2. Download Screen Lock Bypass dengan format apk
3.Buka Android Commader









4. Hubungkan Smartphone anda dengan pc melalui kabel usb
5. Tekan Refresh pada android commander, sampai device ditemukan , lalu tekan OK









6. Pada bagian kiri merupakan directory pc anda, cari dimana letak screen lock bypass yang baru anda download, centang dan klik tombol Installer













7. Klik Install dan pilih Regular installation , lalu OK

















8. Tunggu sampai Operation  complete














9. Lepaskan kabel usb lalu restart smartphone anda, maka screen lock yang terpasang pada smartphone anda akan tertembus langsung menuju halaman utama smartphone anda. langsung ubah model screen lock anda atau hapus untuk jika anda tidak ingin menggunakannya lagi, 

10. jika masih ingin memakai screen lock , uninstall screen lock by pass, agar screen lock berfungsi kembali


Writer by 
Khairu Alman

Monday, December 9, 2013
Posted by khairualman

- Copyright © 2013 Laboratorium Pemrograman dan Basis Data -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -