Showing posts with label gis. Show all posts

Instalasi Database (PostgreSQL dan PostGIS) PART II (END)

PostGIS

PostGIS merupakan ekstensi dari PostgreSQL. PostGIS dapat digunakan untuk menangani dan memproses data geografis. PostGIS dapat dianggap sebagai kumpulan fungsi basis data yang memperluas kemampuan asli dari PostgreSQL sehingga dapat menangani data spasial. Kata ‘menangani’, maksudnya adalah menyimpan, mengambil, queri dan memanipulasi.
Hal penting yang perlu diingat sebelum mengintall PostGIS adalah PostGIS dinstall setelah PostgreSQL dinstall. Adapun langkah-langkah untuk  menginstall PostGIS adalah sebagai berikut :

1.      Jalankan installer PostGIS.
2.      Setelah installer dijalankan akan muncul jendela berikut :
3.      Pilih I Agree.
4.      Berikut akan tampil jendela pemilihan komponen atau fitur PostGIS yang akan diinstall, pilih create spatial db dan Next.
5.      Lalu akan muncul jendela untuk lokasi penginstallan PostGIS. Penginstallan PostGIS ini adalah untuk mendukung kinerja PostgreSQL, maka lokasi penginstallan pilih di directory PostgreSQL.
6.      Setelah pemilihan lokasi installasi, lengkapi koneksi database (PostgreSQL). Masukkan saja assword yang digunakan pada PostgreSQL sebelumnya. Untuk username dan port pada konesi ke database, biarkan saja dengan value : postgres dan 5432.
7.      Lalu Next, dan tunggu proses installasi selesai.

8.      Jika sudah selesai, click Finish.
Tuesday, December 24, 2013
Posted by Unknown

Instalasi Database (PostgreSQL dan PostGIS) PART I

Instalasi Database (PostgreSQL dan PostGIS)


PostgreSQL

PostgresSQL adalah sebuah Object-Relational Database Management System (ORDBMS) yang dapat digunakan pada banyak sistem operasi seperti Linux, FreeBSD, Solaris, Microsoft Windows dan Mac OS X. PostgreSQL dikembangkan oleh PostgreSQL Global Development Group yang bersifat gratis serta merupakan perangkat lunak open source.

Berikut adalah tahap untuk proses installasi PostgreSQL :
1.    Jalankan installer dari PostgreSQL.
2.    Setelah installer dari PostgreSQL dijalankan, maka akan muncul tampilan seperti berikut :
3.    Pilih Next, berikut akan tampil pemilihan directory penyimpanan. Tidak usah diubah, lalu Next.
4.      Akan muncul directory penyimpanan lagi untuk data, lalu Next.
5.   Akan muncul jendela untuk meminta password untuk postgres. Isi dan ingat password tersebut.
6.    Next, dan setelah konfirmasi password untuk postgres, akan muncul jendela untuk pengisian port. Port tidak usah diganti, biarkan saja seperti yang sudah ada.
7.  Lalu pilih Next. Sesudah penentuan port, berikutnya akan ada pemilihan database cluster. Biarkan saja dengan value : Default Local dan pilih Next.
8.      Postgre siap untuk di install.
9.  Proses installasi akan terjadi dan tunggu beberapa saat selama proses intalasi terjadi pada perangkat.
10.   Setelah selesai proses meginstall, abaikan saja, lalu tutup jendela instalasi.
Saturday, December 14, 2013
Posted by Unknown

Migrasi Google Map Api v2 ke google Map Api v3

      Kali saya akan coba memposting hal yang menurut saya penting, terutama bagi yang maw belajar tentang web GIS menggunakan google map api.

         Saat ini google map api  yang terbaru itu yang versi 3. Walaupun versi 2 masih bisa digunakan website resmi nya menganjurkan agar migrasi ke versi 3, karena seperti nya akan ada rencana untuk menghilangkan google maps versi 2 ini (just opini). Jadi bagi anda yang telah membuat aplikasi menggunakkan google map versi 2, ada baiknya untuk mulai mempelajari dan me-migrasikan ke google map api versi 3. Menurut situs resmi nya, google map api very 3, berfokus  pada teknik pemograman javascript yang lebih modern, lebih banyak library yang bisa digunakan, dan lebih simple.

         Terdapat beberapa perbedaan google map API v2 dan v3, antara lain :
  1. Memiliki API key yang baru. API key v3 ini berbeda dengan versi sebelumnya. Bagi yang belum memiliki google api key dapat dimiliki dengan cara masuk ke alamat https://code.google.com/apis/console dan log in menggunakan akun google. Bagi yeng telah memiliki google api key, bisa mengaktifkan google maps api key versi 3 di sana juga. ini contoh api key versi 3 <script type="text/javascript" src="//maps.googleapis.com/maps/api/js?key=API_KEY&sensor=true_OR_false"></script>
  2.  Terdapat perbdeaan dalam pengkodingan nya. Ada beberapa class yang sudah di hilangkan atau diganti dengan yang baru.
  3. Class GDownloadURL dan Glog tidak digunakan lagi pad aver versi 3. Tapi dapat dig anti dengan jquery dan library lain. Menurutsaya itu agak susah, karena biasa nya untuk parsing data menggunakan class tersebut. Tapi karna sudah tidak ada, terpaksa menyesuaikan saja.
  4. Menurut google, ada beberapa google map api versi 3 memiliki fitur baru yang tidak di sediakan di versi sebelumnya.
  5.  Sudah terdapat library street view nya ( tampilan 3D seolah-olah, anda sedang berada di tempat tersebut.
  6. Mendukung beberapa servis baru, seperti Weather Layer, Elevation Service, dan Distance Matrix.



Beberapa contoh perbedaan library google map api versi 2 dan versi 3 :
contoh perbedaan library google map api versi 2 dan versi 3

Beberapa library yang telah di tiadakan pada google map versi 3
library yang telah di tiadakan pada google map versi 3


referensi 
Monday, October 28, 2013
Posted by Unknown

Convert Latitude dan Longnitude ke Geometry di PostreSQL

Bingung mau convert titik koordinat pada peta (latitude dan longnitude) ke Geometry di PostreSQL?

Berikut ada sedikit bantuan bagaimana mengkonvertnya ke geometry dengan bantuan php, yaitu dengan insert data secara manual. Setelah mendapatkan titik koordinat dari alat bantu (GPS), konvert data tersebut. berikut adalah contoh scriptnya :

<html>
<?php
$konek="host=localhost user=postgres dbname=budaya password=1234 port=5432";
$connection=pg_connect($konek);

$sql="INSERT INTO tarian(id, nama, alamat, geom) Values(10,'Sanggar Tari Cahayo Bundo','Sawahan',ST_GeomFromText('POINT(-0.94492 100.37032)')";

$hasil=pg_exec($sql);

if($hasil)
{
  echo"<center><font size=5>Insert Data Berhasil</font></center>";
}
else
     {
        echo"<center><h2>Insert Data Tidak Berhasil</center>";
     }
pg_close($connection);
?>
</html>


Hasil akhir pada postgresql adalah seperti berikut :



@rahmatikaps


Tuesday, October 15, 2013
Posted by Unknown

Mencari Nilai Extent di MS4W

MS4W (MapServer For Windows) adalah bundle instalasi MapServer untuk platform Windows yang merupakan aplikasi freeware dan Open Source untuk dapat menampilkan Sistem Informasi Geografis di web. Pada MS4W terdapat fasilitas untuk mencari nilai extent. Lalu apa itu nilai Extent?

Nilai Extent berfungsi untuk menentukan titik pojok atas-bawah-kiri-kanan atau longitudes dan latitudes (dalam satuan decimal degree format, bukannya Degrees-Minutes-Seconds) sebuah peta, kita bisa mendapatkan nilai extent pada sebuah SHP dengan menggunakan program OGR.

Berikut sedikit penjelasan tentang OGR. OGR adalah sebuah library dan command-tool berbasis C++ Open Source, OGR menyediakan fungsi membaca (dan bisa juga menulis) sebuah segala macam file berformat vektor, termasuk ESRI Shapesfiles, MapInfo mid/mif dan TAB.

Pada paket MS4W terdapat program orginfo.exe yang terletak pada C:\ms4w\tools\gdal-ogr untuk mendapatkan nilai extent. Selain itu, ogrinfo.exe memberikan informasi jenis geometri file SHP seperti Polygon, Line, Point dan lain-lain.

Langkah-langkah mendapatkan nilai Extent, yaitu:
1. Sebelumnya Copy file-file yang berada pada C:\ms4w\Apache\cgi-bin Paste ke C:\WINDOWS\system32 (selain folder)

2. Klik Start > Run > cmd > [OK]
3. Ketik cd C:\ms4w\tools\gdal-ogr lalu tekan Enter

4. Lalu ketik C:\ms4w\tools\gdal-ogr>ogrinfo.exe C:\ms4w\apps\chameleon\samples\data\Padang.shp Padang -summary (alamat file SHP yang akan dicari nilai extentnya, misalnya Padang.shp).

5. Hasil keluarannya seperti gambar di bawah ini yang berisikan nama layer, jenis geometri, nilai extent dan lainnya.
6. Catat informasi extent dan geometri dari file SHP tersebut yang nantinya akan dimasukkan pada file MAP pada keterangan extent.

Sebagai catatan, lebih baik jika menentukan Extent menggunakan file SHP yang memiliki range lebih besar, karena extent berfungsi sebagai titik referensi, agar semua SHP dapat terlihat. Di sini saya menggunakan Padang.shp yang memiliki range yang lebih besar.


By :
Annisa Permatasari

Referensi :

Thursday, July 11, 2013
Posted by Unknown

- Copyright © 2013 Laboratorium Pemrograman dan Basis Data -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -