Showing posts with label gis. Show all posts
Instalasi Database (PostgreSQL dan PostGIS) PART II (END)
PostGIS
PostGIS merupakan
ekstensi dari PostgreSQL. PostGIS dapat digunakan untuk menangani
dan memproses data geografis. PostGIS dapat dianggap sebagai kumpulan fungsi basis data yang
memperluas kemampuan asli dari PostgreSQL
sehingga dapat menangani data spasial. Kata ‘menangani’, maksudnya adalah
menyimpan, mengambil, queri dan memanipulasi.
Hal
penting yang perlu diingat sebelum mengintall PostGIS adalah PostGIS
dinstall setelah PostgreSQL dinstall.
Adapun langkah-langkah untuk menginstall
PostGIS adalah sebagai berikut :
1.
Jalankan installer
PostGIS.
2.
Setelah installer
dijalankan akan muncul jendela berikut :
3.
Pilih I Agree.
4.
Berikut akan tampil jendela pemilihan komponen atau fitur
PostGIS yang akan diinstall, pilih create spatial db dan Next.
5.
Lalu akan muncul jendela untuk lokasi penginstallan PostGIS. Penginstallan PostGIS ini adalah untuk mendukung
kinerja PostgreSQL, maka lokasi
penginstallan pilih di directory PostgreSQL.
6.
Setelah pemilihan lokasi installasi, lengkapi koneksi
database (PostgreSQL). Masukkan saja
assword yang digunakan pada PostgreSQL
sebelumnya. Untuk username dan port
pada konesi ke database, biarkan saja dengan value : postgres dan 5432.
7.
Lalu Next, dan tunggu proses installasi
selesai.
8.
Jika sudah selesai, click Finish.
Instalasi Database (PostgreSQL dan PostGIS) PART I
Instalasi Database (PostgreSQL dan PostGIS)
PostgreSQL
PostgresSQL
adalah sebuah Object-Relational
Database Management System (ORDBMS) yang dapat digunakan pada banyak sistem
operasi seperti Linux, FreeBSD, Solaris,
Microsoft Windows dan Mac OS X. PostgreSQL
dikembangkan oleh PostgreSQL Global
Development Group yang bersifat gratis serta merupakan perangkat lunak open source.
Berikut adalah
tahap untuk proses installasi PostgreSQL
:
1. Jalankan installer dari PostgreSQL.
2. Setelah installer dari PostgreSQL dijalankan, maka akan muncul tampilan seperti berikut :
3. Pilih Next,
berikut akan tampil pemilihan directory
penyimpanan. Tidak usah diubah, lalu Next.
4.
Akan muncul directory penyimpanan lagi untuk data,
lalu Next.
5. Akan muncul jendela
untuk meminta password untuk
postgres. Isi dan ingat password
tersebut.
6. Next, dan setelah konfirmasi password untuk postgres, akan muncul jendela untuk pengisian port. Port tidak usah diganti, biarkan saja seperti yang sudah ada.
7. Lalu pilih Next.
Sesudah penentuan port, berikutnya
akan ada pemilihan database cluster. Biarkan saja dengan value : Default Local dan pilih Next.
8.
Postgre siap untuk
di install.
9. Proses installasi
akan terjadi dan tunggu beberapa saat selama proses intalasi terjadi pada
perangkat.
10. Setelah selesai proses meginstall, abaikan saja, lalu
tutup jendela instalasi.
Saturday, December 14, 2013
Posted by Unknown
Migrasi Google Map Api v2 ke google Map Api v3
Kali saya
akan coba memposting hal yang menurut saya penting, terutama bagi yang maw belajar
tentang web GIS menggunakan google map api.
Terdapat beberapa perbedaan google map API v2 dan v3, antara lain :
- Memiliki API key yang baru. API key v3 ini berbeda dengan versi sebelumnya. Bagi yang belum memiliki google api key dapat dimiliki dengan cara masuk ke alamat https://code.google.com/apis/console dan log in menggunakan akun google. Bagi yeng telah memiliki google api key, bisa mengaktifkan google maps api key versi 3 di sana juga. ini contoh api key versi 3 <script type="text/javascript" src="//maps.googleapis.com/maps/api/js?key=API_KEY&sensor=true_OR_false"></script>
- Terdapat perbdeaan dalam pengkodingan nya. Ada beberapa class yang sudah di hilangkan atau diganti dengan yang baru.
- Class GDownloadURL dan Glog tidak digunakan lagi pad aver versi 3. Tapi dapat dig anti dengan jquery dan library lain. Menurutsaya itu agak susah, karena biasa nya untuk parsing data menggunakan class tersebut. Tapi karna sudah tidak ada, terpaksa menyesuaikan saja.
- Menurut google, ada beberapa google map api versi 3 memiliki fitur baru yang tidak di sediakan di versi sebelumnya.
- Sudah terdapat library street view nya ( tampilan 3D seolah-olah, anda sedang berada di tempat tersebut.
- Mendukung beberapa servis baru, seperti Weather Layer, Elevation Service, dan Distance Matrix.
Beberapa contoh
perbedaan library google map api versi 2 dan versi 3 :
Beberapa
library yang telah di tiadakan pada google map versi 3
Convert Latitude dan Longnitude ke Geometry di PostreSQL
Bingung mau convert titik koordinat pada peta (latitude dan longnitude) ke Geometry di PostreSQL?
Berikut ada sedikit bantuan bagaimana mengkonvertnya ke geometry dengan bantuan php, yaitu dengan insert data secara manual. Setelah mendapatkan titik koordinat dari alat bantu (GPS), konvert data tersebut. berikut adalah contoh scriptnya :
@rahmatikaps
Berikut ada sedikit bantuan bagaimana mengkonvertnya ke geometry dengan bantuan php, yaitu dengan insert data secara manual. Setelah mendapatkan titik koordinat dari alat bantu (GPS), konvert data tersebut. berikut adalah contoh scriptnya :
<html>
<?php
$konek="host=localhost user=postgres dbname=budaya password=1234 port=5432";
$connection=pg_connect($konek);
$sql="INSERT INTO tarian(id, nama, alamat, geom) Values(10,'Sanggar Tari Cahayo Bundo','Sawahan',ST_GeomFromText('POINT(-0.94492 100.37032)')";
$hasil=pg_exec($sql);
if($hasil)
{
echo"<center><font size=5>Insert Data Berhasil</font></center>";
}
else
{
echo"<center><h2>Insert Data Tidak Berhasil</center>";
}
pg_close($connection);
?>
</html>
Hasil akhir pada postgresql adalah seperti berikut :@rahmatikaps
Tuesday, October 15, 2013
Posted by Unknown
Mencari Nilai Extent di MS4W
MS4W (MapServer For Windows) adalah bundle instalasi MapServer untuk platform Windows yang merupakan aplikasi freeware dan Open Source untuk dapat menampilkan Sistem Informasi Geografis di web. Pada MS4W terdapat fasilitas untuk mencari nilai extent. Lalu apa itu nilai Extent?
Nilai Extent berfungsi untuk menentukan titik pojok atas-bawah-kiri-kanan atau longitudes dan latitudes (dalam satuan decimal degree format, bukannya Degrees-Minutes-Seconds) sebuah peta, kita bisa mendapatkan nilai extent pada sebuah SHP dengan menggunakan program OGR.
Berikut sedikit penjelasan tentang OGR. OGR adalah sebuah library dan command-tool berbasis C++ Open Source, OGR menyediakan fungsi membaca (dan bisa juga menulis) sebuah segala macam file berformat vektor, termasuk ESRI Shapesfiles, MapInfo mid/mif dan TAB.
Pada paket MS4W terdapat program orginfo.exe yang terletak pada C:\ms4w\tools\gdal-ogr untuk mendapatkan nilai extent. Selain itu, ogrinfo.exe memberikan informasi jenis geometri file SHP seperti Polygon, Line, Point dan lain-lain.
Langkah-langkah mendapatkan nilai Extent, yaitu:
1. Sebelumnya Copy file-file yang berada pada C:\ms4w\Apache\cgi-bin Paste ke C:\WINDOWS\system32 (selain folder)
2. Klik Start > Run > cmd > [OK]
3. Ketik cd C:\ms4w\tools\gdal-ogr lalu tekan Enter
4. Lalu ketik C:\ms4w\tools\gdal-ogr>ogrinfo.exe C:\ms4w\apps\chameleon\samples\data\Padang.shp Padang -summary (alamat file SHP yang akan dicari nilai extentnya, misalnya Padang.shp).
5. Hasil keluarannya seperti gambar di bawah ini yang berisikan nama layer, jenis geometri, nilai extent dan lainnya.
6. Catat informasi extent dan geometri dari file SHP tersebut yang nantinya akan dimasukkan pada file MAP pada keterangan extent.
Sebagai catatan, lebih baik jika menentukan Extent menggunakan file SHP yang memiliki range lebih besar, karena extent berfungsi sebagai titik referensi, agar semua SHP dapat terlihat. Di sini saya menggunakan Padang.shp yang memiliki range yang lebih besar.
By :
Annisa Permatasari
Referensi :
















